Jembatan Brooklyn yang kerap kita lihat dalam background film, sekilas nampak biasa saja>a Akan tetapi, ternyata dalam pembangunan jembatan ini tersimpan kisah mengenai determinasi dan persistensi untuk membangun jembatan tersebut. Seperti apa ulasan lengkapnya? Daripada penasaran, simak informasi singkatnya berikut ini.

Menjadi Jembatan Gantung Tertua di Amerika Serikat

Brooklyn Bridge yang membentang sejauh 1825 meter, merupakan suatu jembatan yang menjadi penghubung antara New York dengan Long Island. Siapa sangka, ternyata jembatan ini merupakan jembatan tertua di Amerika Serikat, sejak tahun peresmiannya yakni pada tahun 1903, dengan lokasi jembatan membelah sungai besar East River.

Pembangunan Brooklyn Bridge diinisiasi oleh insinyur Amerika Roebling yang memiliki ide untuk membangun suatu infrastruktur untuk menghubungkan kota New York dengan Long Island. Sayangnya, selama proses pembangunan jembatan ini, banyak insinyur lainnya yang tidak mendukung pembangunan tersebut, sebab dianggap sebagai proyek yang mustahil untuk dikerjakan.

Kisah Dibalik Perjalanan Panjang Pembangunan Brooklyn Bridge

Seperti yang sudah dijelaskan di awal tadi, pembangunan Brooklyn Bridge tidak mendapatkan apresiasi yang bagus dari sejumlah insinyur ternama di Amerika. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat John Roebling dan anaknya Washington untuk mewujudkan mimpinya dalam membangun jembatan tersebut.

Setelah mengalami banyak gangguan dan proses yang sempat terbengkalai, akhirnya, Brooklyn Bridge, berhasil diresmikan, dengan pengerjaan selama kurang lebih 13 tahun. Semangat dari John Roebling dan Washington dalam membangun jembatan ini menjadi bentuk monumen yang melambangkan kegigihan, meskipun dianggap sebagai ide gila oleh separuh orang di dunia.

Pembangunan Brooklyn Bridge yang kokoh hingga saat ini menjadi salah satu bukti fisik terbaik dari sikap never say die, yang menyingkirkan ketidakmungkinan hambatan selama mewujudkan impian yang tampak mustahil. Melalui semangat Brooklyn Bridge, menunjukkan bahwa impian yang nampak mustahil sesungguhnya bisa diwujudkan dengan persistensi.