Pernah mendengar berita suatu perusahaan mengalami kegagalan karena laporan keuangan yang tidak sesuai dengan hasil audit? Kalau pernah, sudah tahu apa itu audit?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ada beberapa definisi audit. Salah satu definisi audit adalah pemeriksaan pembukuan tentang keuangan (perusahaan, bank, dan sebagainya) secara berkala. Sebenarnya audit tidak hanya dilakukan pada laporan keuangan, tapi bisa juga pada laporan lain yang berkaitan dengan perusahaan tersebut.

Konsep awal audit

Kata audit asalnya adalah dari kata “Audire” yang merupakan bahasa Latin. Arti kata “Audire” berarti mendengar. Kata ini sendiri mulai digunakan pada kisaran pertengahan abad ke-19. Pada masa itu para auditor berarti orang yang mendengarkan laporan keuangan suatu perusahaan. Dapat dikatakan bahwa pekerjaan ini telah ada sejak beberapa abad sebelum masehi tetapi dengan konsep yang lebih sederhana tentunya. Kegiatan audit bermula di negara – negara kuno seperti Mesopotamia, Roma, Inggris, Yunani, hingga India. Awalnya, audit memiliki tujuan utama sekadar untuk melakukan pemeriksaan keuangan secara terperinci serta mengecek ada tidaknya kecurangan dalam laporan tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, tujuan audit semakin bertambah yaitu juga untuk mendapat laporan atas kinerja atau citra suatu perusahaan serta mendeteksi salah saji yang mungkin terjadi.

Seberapa pentingnya audit?

Audit dapat dikatakan penting dilakukan karena dari pemeriksaan laporan – terutama laporan keuangan, kompetensi dan kondisi keuangan sebuah perusahaan dapat terlihat. Opini dari auditor dapat menjadi tafsiran apakah laporan keuangan suatu perusahaan masuk akal. Dari proses audit ini pula dapat dideteksi ada atau tidaknya kecurangan dalam laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan. Selain itu, audit juga bermanfaat untuk mengecek keberadaan salah saji. Dengan begitu, perusahaan yang laporannya lolos audit akan terangkat dan terlihat lebih baik. Sebaliknya, perusahaan yang ketahuan melakukan kecurangan dalam laporannya dapat diwaspadai oleh para stakeholders.

Dua tipe pekerjaan audit

Ada dua tipe pekerjaan audit yang umumnya kita kenal. Ada audit internal dan ada pula audit eksternal. Sesuai namanya, audit internal adalah proses pemeriksaan laporan yang dilakukan oleh karyawan dari perusahaan itu sendiri. Sedangkan audit eksternal adalah proses pemeriksaan laporan yang dilakukan oleh auditor dari luar perusahaan. Auditor eksternal tersebut contohnya adalah KAP yang memiliki kepanjangan Kantor Akuntan Publik. Ada pula Badan Pemeriksa Keuangan yang sering disingkat sebagai BPK.

Langkah umum proses audit

Beberapa langkah umum proses audit berikut merupakan langkah yang biasa dilakukan oleh auditor eksternal. Langkah – langkah tersebut adalah:

  1. Auditor meminta dokumen yang dibutuhkan

Setelah menyetujui agenda audit dengan klien, auditor tentu perlu meminta dokumen yang dibutuhkan untuk melaksanakan proses audit. Biasanya auditor telah membuat audit checklist yang berisi daftar dokumen yang akan diminta kepada klien.

  1. Perencanaan audit

Sebelum ‘beraksi’ tentu auditor membutuhkan perencanaan yang matang. Pada tahap ini auditor harus menentukan bagaimana proses audit akan dilaksanakan nantinya.

  1. Penjadwalan rapat terbuka

Auditor dan beberapa staff perusahaan klien perlu duduk bersama dalam rapat terbuka untuk menjelaskan hal – hal yang berkaitan dengan proses audit yang akan dilakukan. Hal – hal yang dapat dibicarakan misalnya mengenai ruang lingkup audit, waktu dan durasi pelaksanaan audit, serta beberapa hal lain yang masih berkaitan dengan agenda audit.

  1. Melakukan ‘aksi’ lapangan

Setelah mendapat dokumen yang dibutuhkan, memiliki perencanaan yang matang, serta melaksanakan rapat dengan staff perusahaan, yang selanjutnya dilakukan adalah proses audit itu sendiri. Proses audit harus dilakukan sesuai rencana dan auditor harus bersikap netral terhadap penilaian yang akan ia berikan.

  1. Pembuatan laporan audit

Setelah terlaksananya proses audit yang sesuai rencana, tentu saja laporan audit perlu disusun. Laporan ini harus ditulis sesuai dengan kenyataan/temuan yang selama prose audit.

  1. Meakukan rapat penutupan

Pada rapat penutup auditor bersama staff perusahaan membicarakan tentang laporan akhir audit serta solusi dari masalah yang ditemukan selama proses pemeriksaan.

Bukti Audit

Setelah dilakukan proses audit, tentunya diperlukan bukti bahwa proses tersebut telah dijalani. Bukti tersebut berfungsi sebagai informasi pendukung laporan yang dapat digunakan auditor untuk menyatakan opini atas laporan yang diperiksa. Beberapa bentuk bukti audit di antaranya:

  1. Bukti fisik

Bukti fisik merupakan bukti yang didapat langsung oleh auditor melalui proses pemeriksaan.

  1. Bukti perbandingan

Nama lain bukti perbandingan adalah bukti rasio. Kegunaan bukti rasio adalah untuk menghitung rasio likuiditas, quick ratio, dan beberapa hal lainnya.

  1. Bukti matematis

Bukti yang didapat auditor melalui perhitungan langsung disebut sebagai bukti matematis. Bukti audit yang satu ini bersifat kuantitatif.

  1. Catatan akuntansi

Salah satu sumber bukti yang dapat digunakan oleh auditor adalah catatan laporan kerja yang dibuat oleh para akuntan perusahaan.

  1. Bukti pengendalian internal

Bukti ini dapat disebut sebagai bukti terkuat bagi auditor. Seorang auditor dapat mengumpulkan banyak-sedikitnya bukti bergantung pada kuat-lemahnya pengendalian internal perusahaan.

Selain laporan audit yang baik, perusahaan juga memerlukan sertifikat penunjang dari Badan Sertifikasi ISO. ISO adalah badan yang menetapkan standar internasional yang diwakili oleh badan standardisasi nasional. Hal ini akan memberikan citra yang lebih positif bagi perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *